Setelah kita bahas bagan di atas, Yogyakarta memiliki berbagai macam adat dari setiap daerahnya, Contohnya adalah :
UPACARA SEKATEN
Menurut sejarahnya, perayan Sekatan bermula sejak zaman kerjn pslam
Demak.Meski
sebelumnya,ketika jaman pemerintahan Rajan Hayam Wuruk diMajapahit,
perayaan semacam Sekaten yang disebut “SRDAAGUNG” itu suda ada.Perayaan
ang menjadi tradisi kerajaan Majapahit tersebut,berupa persembahan
sesaji kepada para dewa,disertai dengan mantra-mantra, sekaligus untuk
menghormati arwah para leluhur.
Pendapat lainya menyatakan bahwa,kata SEKATEN,berasal dari bahasa
Arab,yaitu SYSHADATAIN,yang berarti dua Syahadat atau
kesaksian.Duasyahadat itu ialah:
1.SYAHADAT AUHID
2.SYAHADAT RASUL
UPACARA GAREBEG
Garebeg adalah upacara adat Kraton Yogyakarta yang
diselenggarakan tiga kali dalam satu tahun untuk memperingati hari besar
Islam. Mengenai Istilah Garebeg,ini berasal dari bahasa Jawa “Grebeg”,
yang berarti “Di iringi para pengikut”. Pengertian lain mengatakan bahwa
Gunungan itu di perebutkan warga masyarakat ang berarti di Grebeg atau
Garebeg.
Pelaksanaan upacara Tersebut bertepatan dengan hari-hari besar Islam seperti :
Garebeg SYAWAL
Garebeg Besar
Garebeg Maulud
UPACARALABUHAN
Yang dimaksud Upacara Labuhan (Laut),yaittu upacara melempar sesaji dan
benda-benda Kraton kelaut untuk di persembahkan kepada Kanjeng Ratu
Kidul. Upacara tradisional Labuhan bermula sejak jaman Panembahan
Senopati di mataram Kotagede.Upacara tersebut sebagai ungkapan rasa
syukur atas keberhasilanya dalam memimpin Kerajaan Mataram Kota
gede,yang masih tetap dilestarikan oleh para raja-raja Kesultanan
Yogyakarta.
Adapun Upacara Labuhan ini ada tiga jenis,yaitu :
Labuhan ageng
Labuhan Tengahan
Labuhan Alit.

Gambar 2.3.3.1. Upacara Labuhan
Berbicara soal pelesiran , tentu tidak terlepas dari yang namanya
oleh-oleh yang dibeli dari kota tujuan wisata . Memandang dari
kebiasaan para turis secara berulang-ulang dari tahun ke tahun yang
berkunjungi ke suatu daerah, tentu ada saja oleh-oleh yang senantiasa
mereka bawa pulang ke rumah tidak berubah dari waktu ke waktu karena
memang ciri khas sebuah daerah itu . Begitu pula dengan kota Yogyakarta
yang menyimpan banyak oleh-oleh khas Jogja yang mesti dibeli, berikut
top ini 8 pilihan yang bisa jadi refensi bagi anda
1. Gudeg
Tidak salah memang kalo kota Yogyakarta digelari kota gudeg karena
makanan yang merakyat ini sudah sangat populer dinusantara. Orang
sangat ingat akan rasa manisnya serta sambal kreceknya. Walaupun tidak
seluruh lidah orang Indoensia suka akan manis, akan akan tetapi tetap
saja Gudeg menjadi pilihan utama oleh-oleh turis untuk dibawa pulang ke
daerahnya masing-masing. Oleh karena itulah , tidak dikatakan
berwisata ke jogja jikalau tidak merasakan enaknya gudeg serta
menjadikannya oleh-oleh.
Salah satu tujuan untuk menikmati hidangan ini ialah Kampung gudeg
wijilan tempat ini menjadi tujuan utama wisata kuliner sebab ada banyak
kios bakul gudeg yang melegenda sejak zaman dahulu kala , salah satunya
yang kudu anda coba adalah Gudeg Yu Djum. Anda bisa membeli gudeg
kering agar lebih awet dan bisa di bawa pulang sebagai oleh-oleh.
2. Bakpia Pathok
Bakpia berasal dari kampung Pathok, sudah sangat melegenda se-nusantara
hingga menjadi oleh-oleh khas Jogja/ Yogyakarta yang tidak pernah
luput jadi yang dicari oleh setiap wisatawan. Dari Kampung inilah ,
industri rumahan bakpia ini mulai menjadi berkembang, sehingga jangan
heran setiap rumah membikin dengan merek bakpia sendiri sesuai dengan
nomor rumah mereka. Maka kita akan menemukan bakpia Pathok 75 sebab
memang diproduksi oleh nomor rumah 75. Sekarang ini makin banyak
industri bakpia dengan aneka rasa lebih kreatif seperti bakpia rasa
buah duren serta rasa keju, yang diproduksi oleh Bakpia Merlino.
Selain produk bakpia Merlino serta Bakpia 75, kami rekomendasikan juga
buat anda untuk membeli BakpiaPia Djogdja yang waktu lalu menjadi
official snack pada acara pernikahan putri keraton jogja.
Bakpia ini menjadi olehnoleh yang wajib dibawa oelh setiap wisatawan
yang berkunjung kekota jogja karena selain rasanya yang lezat dan
beraneka ragam rasa dan yang pasti harganya berpariatif sesuai dengan
kondisi keuangan anda.
3. Geplak
Salah satu kuliner kota jogja bercitarasa manis yang mesti anda
beli untuk dibawa sebagai oleh-oleh adalah geplak. Selain karena
makanan ini khas kota bantul itu kering serta awet , geplak tidak
hanya akan anda temukan di Luar kota jogja. Namun Hampir disetiap toko
oleh-oleh memajang makanan geplak ini di bagian depan agar menjadi
daya tarik dan perhatian untuk orang yang mampir membelinya sebab
warna-warninya itu bisa memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Sejarah
geplak itu sendiri tidak lepas dari banyaknya pabrik gula, perkebunan
tebu serta kelapa yang ada di kota Bantul, sehingga rasa manisnya
benar-benar alami dan menyengat.
Terlepas dari masih banyaknya sekali oleh-oleh khas Jogja /
Yogyakarta yang layak dan cocok untuk dibawa pulang kedasal daerah kota
asal anda , namun paling tidak dari pilihan yang kami berikan di
atas, harus anda cocok dan membelinya sebagai kenang-kenangan yang tak
terlupakan menunjukan bahwa anda pernah datang ke kota Jogja.

4. Salak Pondoh
Salak Pondoh sudah ditanam di Jogja sejak tahun 1917, tepatnya
berada di desa Kapanemon, Tempel, kota Sleman. Kemudian dibuak
agrowisata Salak Pondoh di Turi yang merupakan pusat perkebunan salak
berkualitas. produksi Salak pondoh ini sangat banyak melimpah mulai
November s.d januari, sehingga harganya sangat murah. Alternatif dari
pemanfaatan hasil panen yang melimpah, biasanya salak ini diolah
menjadi beraneka ragam makanan seperti menjadi keripik, serta dodol
salak. Untuk itulah , selain bisa berwisata ke daerah agrowisata salak
pondoh, anda bisa beli oleh-oleh berupa produk olahan salak dan buah
salak itu sendiri. Tentunya oleh-oleh ini sangat dinantikan oleh
keluarga anda didaerah karena memang sudah menjadi kebiasaan slk pondoh
ini wajib dibeli baiar orang yang dirumah tidak kecewa.
Kalau
mendengar tentang Yogyakarta kebanyakan orang pasti ingat tentang
budaya-budayanya, dan bisa juga dibilang bahwa Daerah Istimewa
Yogyakarta adalah kota budaya. Ciri khas budaya Yogyakarta seperti batik, tari kreasi baru, wayang kulit, kethoprak, gamelan jawa, jathilan atau kuda lumping.
Aku
ingin mengingat dulu waktu masih sekolah pelajaran kesenian gamelan dan
tari juga merupakan pelajaran ekstra pilihan. Dan aku juga malah
mengikuti karawitan yang ada di desa, terdapat sanggar karawitan, tari
di desaku, bahkan sejak sekolah SD aku sudah mulai belajar karawitan
gamelan jawa dan tari kreasi baru bermacam gaya dilanjudkan belajar di
SMP dan SMU.
Dari gambar di atas ini jelas terlihat
bahwa memang penduduk di Yogyakarta pada umumnya sejak Sekolah Dasar
(SD) sudah ada pelajaran karawitan gamelan.
Di
gambar paling depan terlihat bonang dengan jelas, jadi ingat waktu
sekolah dulu aku suka nabuh bonang hehehe…dalam belajar gamelan atau
karawitan memang diharuskan menguasai setiap gamelan.
Ini adalah salah satu tarian kreasi baru
gaya Yogyakarta juga, dan di Jogja banyak juga sanggar kesenian dan
siapapun boleh mengikutinya.
Di
sanggar-sanggar kesenian Yogyakarta bukan saja belajar tarian khusus
Jogja tapi juga belajar tarian dari daerah lain seperi tari bali, tarian
sunda, tarian gaya solo, dll dan tiap musik gamelannya memang berdeda
tetapi kalau gamelan gaya Jogja biasanya lebih halus.
Ini
adalah gambar wayang kulit, yang merupakan gaya budaya Yogyakarta.
Pertunjukan wayang kulit biasa diadakan untuk menanggapi hari besar
tertentu atau untuk tanggapan suatu event yang penting.
Ciri khas
budaya Yogyakarta tentu masih banyak selain yang aku bagikan seperti
gambar-gambar di atas yang maksudnya agar generasi muda sekarang tidak
lupa terhadap budaya tradisional kita.
SUMBER:
https://talkekaprasetya.wordpress.com/2014/07/09/budayamakananciri-khas-yogyakarta/